Kalkulator kesalahan persen relatif
Masukkan hasil pengukuran dan nilai acuan (nilai sebenarnya atau teoretis). Kesalahan ditampilkan sebagai persentase, dengan dan tanpa tanda.
Hasil
4%Kesalahan persen (tanpa tanda)
- Kesalahan persen bertanda
- -4%
- Selisih (terukur − acuan)
- -0,4
- Hasil pengukuran lebih rendah daripada nilai acuan.
Masukan
- Nilai terukur
- 9,6
- Nilai acuan
- 10
Cara menghitung
Selisih = nilai terukur − nilai acuan.
Hasil
Kesalahan persen (tanpa tanda)
- Kesalahan persen bertanda
- -4%
- Selisih (terukur − acuan)
- -0,4
Cara menghitung
- Selisih = nilai terukur − nilai acuan.
- Kesalahan bertanda = selisih ÷ |nilai acuan| × 100.
- Kesalahan persen = nilai mutlak dari kesalahan bertanda.
Contoh
Nilai terukur 9,6 dan acuan 10: selisih −0,4, kesalahan bertanda −4%, kesalahan relatif 4%.
Perlu diketahui
- Nilai acuan 0 ditolak karena pembagian dengan 0 tidak dapat dilakukan.
- Jika nilai acuan negatif, perhitungan memakai nilai mutlaknya agar tanda tetap menunjukkan arah selisih.
Kapan digunakan
- Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai yang diterima atau dihitung secara teori.
- Lihat besar kesalahan relatif dan apakah pengukuran berada di atas atau di bawah acuan.
Pertanyaan umum
Bagaimana cara menghitung kesalahan persen?
Kurangi nilai acuan dari hasil pengukuran, bagi selisih dengan nilai mutlak acuan, lalu kalikan 100. Kesalahan tanpa tanda adalah nilai mutlak hasilnya.
Apa perbedaan kesalahan persen bertanda dan tanpa tanda?
Kesalahan bertanda menunjukkan arah: positif berarti pengukuran di atas acuan, negatif berarti di bawah. Kesalahan tanpa tanda hanya menunjukkan besarnya selisih relatif.
Mengapa nilai acuan tidak boleh 0?
Rumus membagi selisih dengan nilai acuan. Pembagian dengan nol tidak terdefinisi, sehingga nilai acuan harus bukan nol.